Penguatan Ketahanan Pangan Pemberdayaan Sumberdaya Lahan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tags: Iklim | Komoditi | lahan | Pangan | Pertanian | Temperatur | Tropika

Indonesia merupakan negara kepulauan tropika basah pada 6o LU - 11o LS dan 95o BT - 141o BT; jumlah pulau 13.677 pulau, luas daratan 190,4 juta ha, dan panjang pantai 81.497 km. Kawasan tropika basah berada pada 10o LU - 10o LS mengalami panjang hari relatif sama sepanjang tahun, curah hujan tinggi dan singkat, temperatur tinggi, aliran permukaan dan erosi tinggi. Selain itu Indonesia juga memiliki nilai erupsi indek >99% tertinggi di dunia. Pasokan mineral selain berasal dari aktivitas vulkanik juga dapat berasal dari deposit marine di sepanjang pantai.

Tingginya daya dukung sumberdaya lahan ini, Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan banyak jenis komoditi pertanian, termasuk pertanian tanaman pangan. Namun masalah yang dihadapi untuk sementara ini  bahwa sebagian besar penduduk terjebak pada pengembangan makanan pokok tunggal, yaitu beras yang memerlukan sarana air irigasi yang tinggi. Sementara makanan

 

pokok lokal yang sebelumnya telah menjadi karakter masyarakat justru ditinggalkan dan bahkan sering dianggap seolah-olah menjadi pangan yang rendah nilai sosialnya. Akibatnya pengembangan padi ataupun sistem budidaya monokultur semakin menguat, sehingga mengubah secara drastis keseimbangan ekosistem alam yang pada gilirannya justru akan mengganggu sistem produksi itu sendiri. Kondisi ini akan semakin berat terjadi di Indonesia yang merupakan wilayah megabiodiversity.

Sampai saat ini sumber utama pemasok beras nasional berasal dari P. Jawa yang sementara ini juga mendapat beban sebagai pusat perdagangan dan industri yang tentunya juga membutuhkan dukungan lahan untuk infrastruktur. Akibatnya di P. Jawa terjadi alih fungsi lahan sawah menjadi lahan untuk jalan raya, bangunan industri, pemukiman, dll. Sedangkan kompensasi pencetakan sawah baru banyak tersedia di luar P. Jawa yang sebagian besar memiliki kesuburan tanah rendah, belum tersedia jaringan irigasi serta sebagian besar berupa pulau-pulau kecil. Pengadaan cadangan air irigasi untuk produksi yang sangat dibutuhkan dalam sistem produksi padi sawah sulit untuk disediakan. Antisipasi pengalihan sumber pangan non beras untuk meningkatkan ketahanan pangan mendesak untuk segera diupayakan.

Pengembangan keanekaragaman pangan non beras spesifik lokasi selain dapat meningkatkan efisiensi produksi dan juga biaya distribusi. Penganekaragaman pangan juga dapat memberikan dampak positif bagi pengkayaan kualitas produk pangan yang dikonsumsi masyarakat, sehingga dapat memberikan efek penyanggaan terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Permasalahan

Sehubungan dengan kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, berada di kawasan cincin api (ring of fire) tropika, dan sebagian besar pulau terbentuk oleh aktivitas vulkanik, sehingga banyak membentuk pulau-pulau kecil dengan bentuk wilayah kerucut dan memiliki 2 musim yang kontras. Kondisi ini mengakibatkan daerah aliran sungai (DAS) sebagai penampung air hujan menjadi sempit dan pendek, sehingga penyanggaan air permukaan menjadi rendah. Pengembangan komoditi padi sawah (beras) sebagai makanan pokok penduduk yang membutuhkan air besar akan banyak mengalami kesulitan. Potensi pengembangan hanya dapat dilakukan pada wilayah-wilayah kepulauan besar (5 pulau besar). Selain itu untuk dapat mendistribusikan beras ke pulau-pulau kecil juga memerlukan biaya yang tidak murah. Bahkan dengan pengembangan tanaman semusim padi sawah monokultur berakar dangkal yang memiliki efisiensi pemupukan rendah (30 – 50%) juga akan terjadi percepatan gangguan keseimbangan hara tanah, sehingga daya dukung lahan menjadi menurun.

 

Sumber : http://www.sinartani.com

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.