Indonesia Kuasai 35 Persen Produksi Sawit Bersertifikasi
Friday, 03 June 2011 15:58    PDF Print E-mail

Tags: Perkebunan | rspo | sawit | sertifikasi

Jakarta, (ANTARA) - Indonesia menguasai sekitar 35 persen dari produksi kelapa sawit di dunia dari berbagai perusahaan yang memiliki sertifikasi Organisasi Kelapa Sawit Berkelanjutan (Roundtable on Sustainable Palm Oil/RSPO).Berdasarkan data dalam rilis RSPO yang diterima di Jakarta, Rabu, Indonesia berada di posisi kedua dengan sekitar 35 persen dari suplai produksi global pada saat ini.RSPO juga menyebutkan, di dalam Indonesia, kapasitas perusahaan penghasil kelapa sawit yang bersertifikasi RSPO lima kali lebih banyak dari yang terdapat di Kalimantan.
Pada posisi pertama, negara yang menempati adalah Malaysia yang menguasai 54 persen kapasitas produksi kelapa sawit bersertifikasi RSPO di dunia.Sedangkan negara Papua Nugini dan Kolombia dilaporkan masing-masing menguasai 10 persen dan 1 persen produksi kelapa sawit bersertifikat RSPO.Namun, hasil kelapa sawit bersertifikasi RSPO diperkirakan hanya berjumlah sekitar sembilan persen dari keseluruhan produksi sawit dunia.

RSPO merupakan sebuah inisiatif yang dibuat oleh beragam pemangku kepentingan yang ingin mempromosikan produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan di seluruh dunia.Organisasi tersebut meliputi lebih dari 450 anggota termasuk perusahaan kebun kelapa sawit, perusahaan penyuling minyak, perusahaan manufaktur bahan konsumsi, retailer, investor, serta LSM sosial dan lingkungan.RSPO dimulai 2003 sebagai kerja sama informal antara Aarhus United UK Ltd, WWF (World Wildlife Fund), Golden Hope Plantations Berhad, Migros, the Malaysian Palm Oil Association, Sainsbury, dan Unilever.Pada 2004, RSPO secara legal diregistrasi di Swiss dan kantornya terletak di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Jakarta (Indonesia). Sedangkan Pertemuan RSPO 2010 telah digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, 9-11 November 2010.

Sebelumnya, data lembaga independen internasional Oil World pada akhir 2010 mengemukakan bahwa Indonesia menghasilkan 47 persen dari produksi minyak kelapa sawit yang dihasilkan perkebunan kelapa sawit di seluruh dunia sehingga menjadi negara produsen nomor satu di dunia.Menurut data Oil World, setelah Indonesia, negara yang berada di posisi kedua adalah Malaysia dengan produksi 39 persen minyak kelapa sawit global.Negara lainnya yang juga banyak memproduksi kelapa sawit termasuk Nigeria, Thailand, Kolombia, Ekuador, Papua Nugini, Pantai Gading, dan Brazil.Pada 2010, produksi kelapa sawit global diperkirakan mencapai 46 juta ton dengan total area yang digunakan untuk menanam kelapa sawit di seluruh dunia diperkirakan mencapai 12 juta hektare, sebagian besar berlokasi di Indonesia dan Malaysia. (*/wij)
 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.